My Photo
Name:
Location: Depok II Tengah, Jawa Barat, Indonesia

A lonely eagle.... A true and insightful wanderer... A hidden lover... An alien from a distant star. Once I considered myself as a visitor (postgraduate student on "astro-sociology") from Alpha Centauri, a star, about 6 light-years from Earth. I have to finished my study here on Earth before going back to my hometown, the star where I belong: Alpha Centauri.

Thursday, August 12, 2004

Karyawan Bugar, Perusahaan Segar

Karyawan yang sehat adalah aset terpenting perusahaan. Maka stamina dan daya tahan tubuh harus dijaga lewat olahraga rutin, cukup istirahat, serta makanan yang bergizi dan seimbang.

Men sana in corpore sano, dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang sehat, kata pepatah. Namun, perusahaan Coca-Cola juga punya pepatah sendiri, “dalam perusahaan yang sehat, terdapat karyawan yang sehat.” Kok begitu? Benar. Aset yang paling berharga bagi perusahaan adalah manusia, atau karyawannya. Maka, kesehatan para karyawannya ini amat penting, jika perusahaan mau maju.
Menurut dokter Poliklinik CCBI Jawa Timur, Detty Hendrarenaningtiyas, karyawan dapat mengerjakan tugasnya dengan baik, jika ditunjang stamina dan daya tahan tubuh yang baik. Stamina dan daya tahan sendiri adalah dua kondisi yang berbeda. Stamina, endurance, fit atau bugar adalah kemampuan tubuh untuk bertahan dalam jangka panjang ketika beraktivitas dengan kondisi berat. Secara medis, “stamina” adalah gabungan dari kemampuan jantung, paru-paru dan otot untuk tidak cepat lelah.
“Stamina yang prima membuat seseorang tak mudah lelah, meski berolahraga atau bekerja berat, bahkan sampai larut malam. Sebaliknya, jika staminanya buruk, dengan aktivitas, beban dan kecepatan kerja yang sama, ia mudah capek dan cepat ngos-ngosan,” tutur Detty.
Sedangkan daya tahan adalah kemampuan tubuh untuk menangkal dan melawan penyakit. Karena itu, daya tahan terkait erat dengan sistem pertahanan kekebalan (imunitas) tubuh, yang ditunjang oleh sel darah putih, sel imun lain, serta antibodi. Daya tahan yang kurang baik berakibat mudah terserang penyakit, seperti flu. “Daya tahan tubuh bisa menurun jika seseorang bekerja berlebihan, terlalu lelah, atau kurang tidur,” lanjut Detty.
Dalam upaya memiliki stamina yang baik, ada berbagai cara. Yaitu, menerapkan pola makan yang bergizi dan berimbang, berolahraga rutin, serta istirahat yang cukup. Namun, hal ini sulit dipenuhi karena kesibukan kerja yang tinggi, urusan keluarga, kebiasaan mengkonsumsi makanan cepat saji dengan gizi buruk, dan sebagainya. Nah, dalam kasus inilah, tubuh membutuhkan suplemen kesehatan.

Hanya meredakan gejala

Sedangkan untuk memiliki daya tahan, saat ini ada dua jenis pengobatan. Pertama, pengobatan kausal, untuk mengatasi penyebab, yaitu mematikan bibit penyakit. Kedua, pengobatan simptomatik, untuk meredakan gejala-gejala penyakit.
Sayangnya, belum ada pengobatan kausal, berupa obat antivirus, yang efektif dan mujarab untuk selesma dan flu. Obat flu yang kini banyak di pasaran hanyalah pengobatan simptomatik, untuk meredakan gejala pilek, bersin, demam, nyeri otot dan tulang, serta sakit kepala.
Lalu, kok kadang-kadang flu bisa sembuh sendiri? Siapa yang mematikan virusnya? “Jawabannya adalah tubuh itu sendiri dengan daya tahan tubuh,” jelas Detty. Untuk meningkatkan daya tahan tubuh, juga bisa lewat suplemen kesehatan dengan kombinasi yang tepat.
Kondisi kantor dan pabrik bisa amat berpengaruh terhadap kesehatan karyawan. Eko, Dokter Poliklinik CCBI Kalimantan, mengungkapkan, lingkungan kerja yang kurang baik dan sarana kerja yang kurang serasi bisa mengganggu keasehatan. Gangguan itu bisa bersifat fisik maupun psikis.
Sedangkan Dokter Poliklinik National Plant di Cibitung, Agus Hari Putranto, mengingatkan karyawan Coca-Cola, agar tidak menyepelekan pemakaian seragam secara sehat. Pembagian seagam (baju dan celana) lebih dari satu stel di pabrik Cibitung bukanlah tanpa tujuan. Tujuannya, agar karyawan tiap hari dapat berganti seragam.
“Pemakaian seragam secara bergantian tiap hari dapat menghindarkan berbagai penyakit kulit, jamur, dan lain-lain. Karyawan akan merasa fresh memakai seragam yang baru disetrika, dan ini membuat nyaman bekerja,” ujar Agus.
Nah, kalau seluruh karyawan sehat dan bugar, kehidupan perusahaan juga segar. Karena, inovasi, kreativitas, semangat kerja, dan sebagainya tak akan muncul dari karyawan yang sakit-sakitan. ***

Agustus 2004


0 Comments:

Post a Comment

<< Home